TULISLAH APA PUN YANG KAU RASAKAN


 MENULIS SETIAP HARI dan MENERBITKAN BUKU



Tema kali ini adalah tentang MENULIS SETIAP HARI dan MENERBITKAN BUKU.  Dadang Kadarusman, Seorang Motivator terkenal Indonesia dan Pembicara Nasional, memaparkan alasan mengapa harus menulis setiap hari.
  
Ketahuilah bahwa saat ini, menerbitkan buku itu bukan hal yang sulit.  Tantangan terbesar seorang penulis pemula adalah  bukan pada menerbitkan bukunya, melainkan pada menulis setiap harinya . Jika kita bisa menulis setiap hari, maka kita akan sampai pada titik dimana kualitas tulisan kita akan sangat menarik bagi penerbit. Merekalah yang akan datang kepada kita.  So, pembahasan kita kali ini akan  fokus pada cara menulis setiap harinya.  Sebab  penerbit akan mendatangi  jika skill menulis kita sudah sesuai dengan yang mereka cari.
Lalu bagaimana seseorang bisa menulis setiap hari?

1.       WHY
Hal pertama yang harus  kita pahami adalah   alasan mengapa kita menulis. Yang kedua, kenapa kita perlu menulis setiap hari. Menulis setiap hari dapat  membantu menjaga keselarasan antara otot-otot tubuh  juga jiwa.  Kalau kita sudah terbiasa menulis, melihat apapun, selalu ingin menerjemahkan apa yang kita lihat itu kedalam bentuk tulisan.  Itu terjadi secara refleks begitu saja. Begitu pula ketika kita merasakan sesuatu.  Orang yang tidak terbiasa menulis, bisa saja memendam perasaan itu atau dia membutuhkan  seseorang yang mau mendengar keluh kesahnya.  Tapi jika dia sudah terbiasa menulis, maka dia selalu punya teman untuk mencurahkan perasaannya. Tinggal ambil smart phone maka kita bisa mencurahkannya disana.  Ketiga,  menulis setiap hari itu merupakan healing remedy. Kita bisa menjadi pribadi yang lebih sehat.  Kesimpulan kenapa perlu menulis setiap hari adalah; Karena seorang penerbit buku sejati, bukanlah orang yang meminta bantuan orang lain untuk menuliskan naskah bukunya. Melainkan orang yang memiliki kemampuan untuk menuliskan sendiri naskahnya secara mandiri. Bagimana kemampuan itu diasah? Dengan cara berkomitmen untuk tidak melewatkan 1 hari pun dalam hidup kita TANPA MENULIS.  Jika Anda sungguh-sungguh ingin menjadi penulis handal; mulai sekarang, berkomitmenlah untuk menulis setiap hari. Seberapa banyak? Kcobalah menulis  1 hari 1 artikel
Artikel itu apa?  Sebuah paparan yang memuat buah pikiran penulis sehingga dapat dipahami oleh orang lain.  Usahakan dalam 1 hari itu ada karya tulisan  yang "KALAU" dibaca orang lain, mereka akan memahaminya. Oya, kenapa  pakai kata KALAU? Karena, belum tentu ada orang yang membaca artikel itu. Duh, sedih banget ya. sudah cape-cape nulis tapi kok nggak ada yang baca.  Ditahap belajar ini, sebaiknya kita tidak terlalu baper soal ada yang baca apa nggak kenapa? Karena kalau orang lain baca pun belum tentu feedbacknya positif.  Tidak sedikit orang yang berhenti menulis karena pembacanya memberi feedback negatif.  So, yang penting menulis saja dulu.  Kalau tulisannya sudah memenuhi standar minimal untuk dibaca orang, pasti dibaca.

2.       WHAT
Setelah membahas tentang WHY yang berhubungan proses membiasakan diri dalam menulis itu Sekarang kita bahas WHATnya.  WHAT makes you write something? Apa yang mendorong kita untuk menulis.  Dengan kata lain, apa sih tujuan kita menulis?  Ada orang yang menulis agar mendapatkan uang.  Ada  juga yang punya dorongan INGIN BERBAGI PENGETAHUAN. Nah, yang ini  paling sesuai dengan jiwa pendidik seperti kita.  Lalu kalau menulis setiap hari Idenya dari mana?   Ingat,   segala hal yang bisa ditangkap oleh panca indra kita adalah sumber ide. Tinggal kita olah saja. Pegang teguh prinsip itu. Hanya butuh sentuhan berupa mengolah pikiran yang kemudian menuangkan hasil olah pikir itu kedalam tulisan dan karena rangsangan itu selalu ada setiap hari, maka kita semua sebenarnya bisa menulis setiap hari.
Tidak usah khawatir soal  TEMA  dan sistematika penulisan. Pokoknya tulis saja. Tidak usah takut salah.  Bagi pembelajar, yang terpenting adalah; kemauan untuk terus praktek menulis. Lalu, bersedia mendengar masukan dari orang lain untuk perbaikannya mulai saja menulis apa yang terlintas dalam pikiran kita. Insya Allah. nanti akan mengalir dengan sendirinya.   Dalam proses latihan menulis, kita tidak perlu terikat dengan target berapa jumlah kata.  Jadi santai saja, dengan respon orang terhadap kualitas tulisan kita. Kita harus menerima diri sendiri sebagai orang yang baru belajar. Jadi, kalau pun tulisan kita 'tidak laku' ya nggak apa-apa. Kan baru belajar. Latih terus aja. Bikin tulisan terus. Kalau belum berani menunjukkan tulisan itu pada orang lain, biarin aja jadi koleksi pribadi kita. Sambil terus memperbaiki tekniknya. Nanti kalau sudah ada tulisan yang 'layak' dicobain ke orang lain, tunjukkan saja. kalau bisa, pilih orang yang tidak akan bersikap negatif.

Menulis itu buat diri kita sendiri. Bukan buat orang lain. Jadi, berikanlah yang terbaik kepada tulisan kita sendiri. Sehingga mendapat yang terbaik dari kita berikan. Sedangkan para pembaca, adalah pihak yang ikut menikmati manfaatnya. Dengan begitu, maka lewat tulisan kita; kita menjadi pribadi yang lebih baik terlebih dahulu. Sambil mengajak orang lain untuk menemani perjalanan menuju perbaikan diri itu. So teruslah menulis. Karena dengan menulis, engkau melayani diri sendiri dan memberi manfaat kepada orang lain (Om Jay).

Kesimpulannya, berlatih lah terus dengan cara menulis setiap hari. Skill menulis akan terasah dan kualitas tulisan akan semakin baik. Menerbitkan buku akan menjadi hal yang sangat mudah ketika kita sudah terbiasa menulis.

Comments

  1. Berlatih lah terus dengan cara menulis setiap hari. Skill menulis akan terasah dan kualitas tulisan akan semakin baik.
    Luar biasaa

    ReplyDelete

Post a Comment